Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena mudanya. Namun dia pun angkat bicara :"Katakan pendapat tuan!". Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, lalu bertanya :"Masuk akalkah bila dikatakan bahwa ada pertama yang tidak apa-apanya sebelumnya?". "Benar, tahukah tuan tentang hitungan?", tanya Abu Hanifah. "Ya". "Apa itu sebelum angka satu?". "Ia adalah pertama, dan yang paling pertama. Tak ada angka lain sebelum angka satu", jawab sang kafir itu. "Demikian pula Allah Swt". "Di mana Dia sekarang? Sesuatu yang ada mesti ada tempatnya", tanya si kafir tersebut. "Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?". "Ya". "Adakah di dalam susu itu keju?". "Ya". "Di mana, di sebelah mana tempatnya keju itu sekarang?", tanya Abu Hanifah. "Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu!", jawab ilmuwan kafir itu. "Begitu pulalah Allah, tidak bertempat dan tidak ditempatkan", jelas Abu Hanifah. "Ke arah manakah Allah sekarang menghadap? Sebab segala sesuatu pasti punya arah?", tanya orang kafir itu. "Jika tuan menyalakan lampu, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?", tanya Abu Hanifah. "Sinarnya menghadap ke semua arah". "Begitu pulalah Allah Pencipta langit dan bumi". "Ya! Apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?". "Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah. Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas. "Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?". Ilmuwan kafir mengangguk. "Pekerjaan-Nya sekarang, ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mu`min di lantai, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu". Para hadirin puas dan begitu pula orang kafir itu.
Kamis, 14 Juni 2012
DIALOG IMAM ABU HANIFAH
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena mudanya. Namun dia pun angkat bicara :"Katakan pendapat tuan!". Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, lalu bertanya :"Masuk akalkah bila dikatakan bahwa ada pertama yang tidak apa-apanya sebelumnya?". "Benar, tahukah tuan tentang hitungan?", tanya Abu Hanifah. "Ya". "Apa itu sebelum angka satu?". "Ia adalah pertama, dan yang paling pertama. Tak ada angka lain sebelum angka satu", jawab sang kafir itu. "Demikian pula Allah Swt". "Di mana Dia sekarang? Sesuatu yang ada mesti ada tempatnya", tanya si kafir tersebut. "Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?". "Ya". "Adakah di dalam susu itu keju?". "Ya". "Di mana, di sebelah mana tempatnya keju itu sekarang?", tanya Abu Hanifah. "Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu!", jawab ilmuwan kafir itu. "Begitu pulalah Allah, tidak bertempat dan tidak ditempatkan", jelas Abu Hanifah. "Ke arah manakah Allah sekarang menghadap? Sebab segala sesuatu pasti punya arah?", tanya orang kafir itu. "Jika tuan menyalakan lampu, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?", tanya Abu Hanifah. "Sinarnya menghadap ke semua arah". "Begitu pulalah Allah Pencipta langit dan bumi". "Ya! Apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?". "Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah. Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas. "Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?". Ilmuwan kafir mengangguk. "Pekerjaan-Nya sekarang, ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mu`min di lantai, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu". Para hadirin puas dan begitu pula orang kafir itu.
Rabu, 13 Juni 2012
MATINYA SEORANG ULAMA SYIAH " MUHAMMAD ASY-SYAIRAZI"
Seorang Ulama Syiah Rafidhah Yang paling di Gemari oleh pengikutnya Pernah berkata Sebelum Ia Mati :
لو دخلت الجنة ورأيت عمر بن الخطاب فيها لطلبت من الله أن يخرجني
"Seandainya Saya Mati dan masuk Surga, lalu saya jumpai Umar bin Khattab ada di dalam surga, maka saya meminta kepada Allah untuk mengeluarkan ku dari surga" .
Lalu kemudian Tokoh Syiah ini Wafat, dalam keadaan yang aneh, Wajahnya Hangus, seoalah-olah terbakar, Padahal ia mati bukan karena kebakaran. dan lihatlah pada Gambar di bawah ini.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi para penganut syiah yang lain untuk segera bertaubat..!!
Produk-produk yang menggunakan bagian tubuh babi
Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:
1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.
14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.
Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.
Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat.
Boleh jadi, saat ini ada bagian dari babi yang telah menjalar ke tubuh kita. Mari cermati produk yang kita konsumsi, agar terhindar dari hal-hal yang haram/najis.
oleh Isma, Alumni F.Sains dan Matematika Universitas Indonesia, Jakarta
1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.
2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.
3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.
4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.
5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.
6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna
7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.
8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.
9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.
10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.
11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.
12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.
13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.
14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.
15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.
16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.
17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening
18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.
19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.
20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.
21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.
22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.
23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.
24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.
25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.
26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.
27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.
28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.
29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.
30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.
31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)
32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.
33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.
34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.
35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.
36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.
37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.
38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.
39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.
40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.
Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.
Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat.
Boleh jadi, saat ini ada bagian dari babi yang telah menjalar ke tubuh kita. Mari cermati produk yang kita konsumsi, agar terhindar dari hal-hal yang haram/najis.
oleh Isma, Alumni F.Sains dan Matematika Universitas Indonesia, Jakarta
Selasa, 12 Juni 2012
Kisah Nyata Penculikan Gadis SMP Di Riyadh, Saudi Arabia
Kisah ini disampaikan oleh seorang guru Qur`an Doktorah Raawiyah. Sebelum mengakhiri pelajaran seperti biasa beliau selalu menyelipkan beberapa nasihat, tapi kali ini nasihatnya adalah kisah nyata yang terjadi di Riyadh.
“Yaa Akhwat apa telah sampai berita kepada kalian tentang penculikan seorang gadis mutawasithah (SMP) sepekan lalu?”“Dan tidak ada satu pun dari kami mengetahui berita tersebut”. “Baiklah yaa Akhwat, akan ku ceritakan kepada kalian bagaimana itu terjadi”.
Siang ba’da Dzuhur si gadis pulang sekolah, karena jarak sekolah dan rumahnya dekat seperti biasa dia memilih jalan kaki. Ternyata kebiasaannya pulang sekolah dengan berjalan kaki ini sudah lama diketahui oleh seorang pemuda. Maka terbersitlah dalam pikirannya untuk menculik gadis tersebut dan berhasil!!!Tak seorang pun yang melihatnya ketika menyekap si gadis dan memasukkannya ke “syanthoh sayyarah” (bagasi mobil) kemudian menguncinya. Sang pemuda membawa gadis malang itu ke daerah Tsumamah. Kalian sendiri tau Tsumamah di waktu siang seperti itu?! Ada siapa disana?! Bisa dipastikan hanya orang kesasar atau tidak punya pekerjaan yang ada disana di waktu siang
Hanya Allah yang tau apa yang hendak diperbuat pemuda tersebut terhadap si gadis. Turunlah si pemuda dengan dengan kunci di tangannya, ingin cepat-cepat melihat “hasil tangkapannya”. Dengan gembira dimasukkannya kunci dan diputarnya, tapiii..ada apa??? bagasi tidak bisa terbuka??? Dicobanya terus dan teruuus. Tapi percuma, adzan Ashar sudah berkumandang. Sang pemuda sudah mulai dihinggapi rasa takut dan “heran” yang sangat. Bisa-bisa si gadis mati karena tidak menghirup udara,maka dicobanya lagi dan lagi
Sang pemuda sudah putus harapan, bagasi tetap terkunci rapat. Sementara malam sudah membayangi. Dengan perasaan takut dan pasrah sang pemuda memacuh mobilnya ke bengkel terdekat, berharap disana ada jalan untuk membuka bagasi mobilnya dan menyelamatkan nyawa si gadis. Di bengkel hal yang sama terjadi. Semua cara sudah dilakukan oleh pekerjanya. Terakhir sang pemuda memanggil polisi dan melaporkan hal tersebut. Sekarang yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana supaya gadis itu bisa diselamatkan. Oleh polisi diputuskan supaya bagasi dilubangi dengan di las, tapi ajaib, las pun tidak mampu melubangi bagasi
Maka semua sepakat memanggil seorang Mutawwa’ (Syaikh). Oleh Syaikh bagasi dibacakan ayat-ayat ruqyah kemudian dibuka dengan kunci. Ajaib…, sekali putar bagasi langsung terbuka… Dan didapati si gadis dalam keadaan selamat dan tidak terjadi apapun atas dirinya… Subhanallah… Tercenganglah semua orang dibuatnya…
Maka Syaikh bertanya kepadanya, “Wahai bint… ceritakanlah kepada kami apa yang telah engkau lakukan sampai Allah menjagamu dengan PENJAGAAN seperti ini?”
Jawabnya singkat, “Sesungguhnya aku tidak pernah meninggalkan DZIKIR PAGI DAN PETANG”
Subhanallah… Kami takjub dengan kisah ini
Nasehat Doktorah Raawiyah, “Lihatlah yaa Akhwat… bagaimana Dzikrullah menjadi sebab pertolongan Allah yang AJAIB bagi hamba-hambaNya… Maka jangan pernah tinggalkan Dzikir pagi dan petang sesibuk apapun kalian…”
Semoga kisah ini bisa menjadi cambuk bagi kita untuk senantiasa berusaha mengamalkan dzikir pagi dan petang dan tidak lagi menyia nyiakannya. Dan hanya kepada Allah lah kita memohon Taufiq dan Hidayah.
TEORI FISIKA HAWKING, MENGUNGKAP PERJALANAN ISRA RASULULLAH SAW
Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.
TEORI LUBANG CACING
Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum
Gravitasi dan Hukum Gerak.
Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).
Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.
Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.
Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.
Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :
Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.
Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.
Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.
Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.
Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.
Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.
Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.
Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.
Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).
Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.
Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.
Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).
Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).
Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.
2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).
3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.WaLLahu a’lamu bisshawab…
dari berbagai sumber
Detik detik kematian Kamal Attaturk
Berikut penuturan syekh Dr. Abdullah ‘Azzam dalam buku yakni ‘Al Manaratul Mafqudah’ (Majalah al Jihad, Pakistan, 1987) detik detik menjelang ajal sang hina mustafa kamal attaturk
Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatitis) disebabkan alkohol yang terkandung dalam khamr. Cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO), akibat amat sering berbuat maksiat. Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.”
Selama sakit Mustafa berteriak-teriak sedemikian keras sehingga teriakannya menerobos sampai ke teras istana yang ditempatinya. Tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit. Beratnya hanya 48 kilogram. Giginya banyak yang tanggal hingga mulutnya hampir bertemu dengan kedua alis matanya. Badannya menderita demam yang sangat sehingga ia tidak bisa tidur. Tubuhnya juga mengeluarkan bau bagaikan bau bangkai. Walau demikian, Mustafa masih saja berwasiat, jika dia meninggal maka jenazahnya tidak perlu dishalati.
“Pada hari Kamis, 10 November 1938 jam sembilan lebih lima menit pagi, pergilah Mustafa Kamal dari alam dunia dalam keadaan dilaknat di langit dan di bumi…,” tulis Abdullah ‘Azzam. Naudzubilahi min dzalik!
Akhir Hidup Mirza Ghulam Ahmad Sang Nabi Palsu
Ajaran Ahmadiyah banyak mendapat penentangan dari para ulama di India, termasuk juga di Indonesia. Di antara ulama India yang terdepan menentangnya adalah Asy-Syaikh Tsana`ullah Al-Amru Tasri. Karena geram, Ghulam Ahmad akhirnya mengeluarkan pernyataan pada tanggal 15 April 1907 yang ditujukan kepada Asy-Syaikh Tsana`ullah. Namun anehnya tantangan mubahalah ini justru dialami oleh Ghulam ahmad sendiri.
Di antara bunyinya:
“…Engkau selalu menyebutku di
majalahmu (‘Ahlu Hadits’) ini sebagai orang terlaknat, pendusta,
pembohong, perusak… Maka aku banyak tersakiti olehmu… Maka aku berdoa,
jika aku memang pendusta dan pembohong sebagaimana engkau sebutkan
tentang aku di majalahmu, maka aku akan binasa
di masa hidupmu. Karena aku tahu bahwa umur pendusta dan perusak itu tidak akan panjang… Tapi bila aku bukan pendusta dan pembohong bahkan aku mendapat kemuliaan dalam bentuk bercakap dengan Allah, serta aku adalah Al-Masih yang dijanjikan maka aku berdoa agar kamu tidak selamat dari akibat orang-orang pendusta sesuai dengan sunnatullah.
di masa hidupmu. Karena aku tahu bahwa umur pendusta dan perusak itu tidak akan panjang… Tapi bila aku bukan pendusta dan pembohong bahkan aku mendapat kemuliaan dalam bentuk bercakap dengan Allah, serta aku adalah Al-Masih yang dijanjikan maka aku berdoa agar kamu tidak selamat dari akibat orang-orang pendusta sesuai dengan sunnatullah.
Aku umumkan bahwa jika engkau tidak mati semasa aku hidup dengan hukuman Allah yang tidak terjadi kecuali benar-benar dari Allah seperti mati dengan sakit tha’un, atau kolera berarti AKU BUKAN RASUL DARI ALLAH…
Aku berdoa kepada Allah, wahai penolongku Yang Maha Melihat, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Berilmu, Yang mengetahui
rahasia qalbu, bila aku ini adalah pendusta dan perusak dalam
pandangan-Mu dan aku berdusta atas diri-Mu malam dan siang hari, ya
Allah, maka matikan aku di masa hidup Ustadz Tsana`ullah. Bahagiakan
jamaahnya dengan kematianku –Amin–.
Wahai Allah, jika aku benar dan
Tsana`ullah di atas kesalahan serta berdusta dalam tuduhannya
terhadapku, maka matikan dia di masa hidupku dengan penyakit-penyakit yang membinasakan
seperti tha’un dan kolera atau penyakit-penyakit selainnya…. Akhirnya,
aku berharap dari Ustadz Tsana`ullah untuk menyebarkan pernyataan ini di
majalahnya. Kemudian berilah catatan kaki sekehendaknya. Keputusannya
sekarang di tangan Allah.”
Penulis, hamba Allah Ash-Shamad, Ghulam
Ahmad, Al-Masih Al-Mau’ud. Semoga Allah memberinya afiat dan bantuan.
(Tabligh Risalat juz 10 hal. 120)
Apa yang terjadi? Setelah berlalu 13 bulan 10 hari dari waktu itu, justru Ghulam Ahmad yang diserang ajal. Doanya menimpa dirinya sendiri.
Putranya Basyir Ahmad menceritakan:
“Ibuku mengabarkan kepadaku bahwa
Hadrat (Ghulam Ahmad) butuh ke WC langsung setelah makan, lalu tidur
sejenak. Setelah itu butuh ke WC lagi. Maka dia pergi ke sana 2 atau 3
kali tanpa memberitahu aku. Kemudian dia bangunkan aku, maka aku
melihatnya lemah sekali dan tidak mampu untuk pergi ke ranjangnya. Oleh
karenanya, dia duduk di tempat tidurku. Mulailah aku mengusapnya dan
memijatnya. Tak lama kemudian, ia butuh ke WC lagi. Tetapi sekarang ia
tidak dapat pergi ke WC, karena itu dia buang hajat di sisi tempat tidur
dan ia berbaring sejenak setelah buang hajat. Kelemahan sudah mencapai
puncaknya, tapi masih saja hendak buang air besar. Diapun buang
hajatnya, lalu dia muntah. Setelah muntah, dia terlentang di atas
punggungnya, dan kepalanya menimpa kayu dipan, maka berubahlah
keadaannya.” (Siratul Mahdi hal. 109 karya Basyir Ahmad)
Mertuanya juga menerangkan:
“Malam ketika sakitnya Hadhrat (Ghulam Ahmad), aku tidur di kamarku.
Ketika sakitnya semakin parah, mereka membangunkan aku dan aku melihat
rasa sakit yang dia derita. Dia katakan kepadaku, ‘Aku terkena kolera.’ Kemudian tidak bicara lagi setelah itu dengan kata yang jelas, sampai mati pada hari berikutnya setelah jam 10 pagi.” (Hayat Nashir Rahim Ghulam Al-Qadiyani hal. 14)
Pada akhirnya dia mati tanggal 26 Mei 1908.
Sementara Asy-Syaikh Tsana`ullah
tetap hidup setelah kematiannya selama hampir 40 tahun. Demikianlah
Allah Subhanahu wa Ta’ala singkap tabir kepalsuannya dengan akhir
kehidupan yang menghinakan, sebagaimana dia sendiri memohonkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kini siapa yang sadar dan bertobat setelah tersingkap kedustaannya?
Wallahu a’lam bish-shawab.
Senin, 04 Juni 2012
WAHHABI MEMBUNUH ULAMA ISLAM, FAKTA SEJARAH YANG TIDAK AKAN DILUPAKAN

-SEMASA KEBANGKITAN WAHHABI DI KOTA THOIF MEREKA TURUT BERTINDAK GANAS TERHADAP ULAMA ISLAM DI KOTA THOIF DAN ULAMA ISLAM YANG BERADA BERHAMPIRAN DENGANNYA TERMASUK ULAMA ISLAM DI MEKAH DAN MADINAH MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI BERDASARKAN FAKTA SEJARAH TEPAT.
PADA MASA ITU WAHHABI TELAH MEMBUNUH DAN MENYEMBELIH ULAMA ISLAM TERLALU RAMAI ANTARA ULAMA ISLAM YANG DIBUNUH OLEH WAHHABI ADALAH:
1- MUFTI MEKAH AL-MUKARRAMAH WAKTU YANG SAMA MERUPAKAN SEORANG MUFTI MEKAH DALAM MAZHAB ASY-SYAFI'IYYAH BERNAMA SYEIKH ABDULLAH AZ-ZAWAWI TELAH MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI DENGAN KEJAM DIHADAPAN RUMAHNYA DENGAN CARA MENYEMBELIH MUFTI TERSEBUT.
2- SEORANG QODHI (TUAN KADI) BERNAMA ABDULLAH ABU AL-KHOIR JUGA MATI DIBUNUH OLEH WAHHABI KETIKA ITU.
3- SYEIKH JA'FAR ASY-SYAIBY DAN BEBERAPA ULAMA ISLAM BERSAMANYA DIBUNUH OLEH WAHHABI DENGAN CARA PENYEMBELIHAN KEJAM OLEH KETUA DAN BALA TENTERA WAHHABI KETIKA ITU.
KESEMUA PERISTIWA KEJAM TADI BERLAKU PADA TAHUN 1217H BERSAMAAN 1802M.
( Sila rujuk fakta sejarah kekejaman Wahhabi tersebut dalam kitab sejarah yang mu'tadil berjudul Al-Awroq Al-Baghdadiyyah Fi Al-Hawadith An-Najdiyyah karangan ulama sejarah bernama As-Said Ibrahim Ar-Rawi Ar-Rifa'iy pada mukasurat 2-4 percetakan An-Najah di Baghdad Iraq Tahun cetakan 1345Hijriyyah ).

FAKTA SEJARAH MEMBUKTIKAN KEZALIMAN WAHHABI DI MEKAH AL-MUKARRAMAH MEMBUNUH UMAT ISLAM BERDASARKAN BUKU SEJARAH WAHHABI SENDIRI
(Edisi Sejarah HITAM Wahhabi Di Mekah Al-Mukarramah)
Setelah Wahhabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat Islam dan ulamanya disana. Wahhabi menyerang tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula tahun 1803M : 1218H seperti yang dinyatakan oleh pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij Al-Qorni Thaniy 'Asyar. Manakala pengkaji sejarah Wahhabi bernama Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy menyatakan kejadian tersebut berlaku pada tahun 1220H dalam kitabnya Tarikh Najad. Dalam kedua-dua kita sejarah tadi menceritakan kezaliman Wahhabi di tanah suci Mekah antaranya:
KEZALIMAN DILAKUKAN OLEH WAHHABI DI KOTA MEKAH:-
- Pada bulan Muharram 1220H bersamaan 1805M Wahhabi di Mekah membunuh umat Islam yang menunaikan ibadah haji.
- Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual harta hak milik masing-masing untuk menebus kembali anak-anak mereka yang masih kecil ditangkap oleh Wahhabi.
- Penduduk Mekah kelaparan kerana keadaan begitu zalim dilakukan oleh Wahhabi sehingga kanak-kanak mati kelaparan berkelimpangan mayat-mayat mereka.
- Pengkaji sejarah & merupakan golongan Wahhabi juga (Uthman An-Najdy) menyatakan bahawa Wahhabi menjual daging-daging keldai dan bangkai kepada penduduk Islam Mekah dengan harga yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan. Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu.
( RUJUK FAKTA SEJARAH DI ATAS YANG DINYATAKAN TADI DALAM KITAB PENGKAJI WAHHABI SENDIRI BERNAMA UTHMAN IBNU BASYIR AL-HAMBALY AN-NAJDY DALAM KITABNYA BERJUDUL 'INWAN AL-MAJDY FI TARIKH NAJAD JUZUK 1 MUKASURAT 135, RUJUK JUGA KITAB YANG TELAH DISCAN DI ATAS ).
Imam Mekah As-Sudais HINA Sahabat Nabi Muhammad (wahabi jgn fanatik)
Alhamdulillah wash Syukru Lillah, Ash-Sholat tu Wassalamu 'ala Nabiyyinal Karim wa'ala aali kullin wasohbi kullin wattoyyibin.
Berkaitan seorang lelaki bernama Abdur Rahman Abdul Aziz As-Sudais yang pernah dilantik oleh negara Saudi sebagai Imam di Masjidil Haram Mekah dia (As-Sudais) bukanlah seorang nabi mahupun rasul yang ma'sum utk tidak boleh ditegur mahupun dikritik. Amat mengherankan dikalangan orang jahil Wahabi yang seolah-oleh "menyembah" As-Sudais dengan mendakwa syarat sah haji&umarah mesti solat dibelakang As-Sudais. Fanatik sungguh Wahabi di negara ini. Tidak adapun dalam kitab manapun yang menyatakan sedemikian. Dari mana Wahabi2 ini mengambil hukum? Fanatik dungu! itulah puncaknya.
Kritikan ke atas Wahabi yg fanatik seolah2 'penyembah' As-Sudais....ku katakan ...tahukah anda bahawa;
1- Abdur Rahman As-Sudais menghukum umat Islam yang menyambut Maulid Nabi sebagai SESAT&MUSYRIK.
2- Abdur Rahman As-Sudais menghukum umat Islam yang menyambut Maulid Nabi SERUPA DENGAN KAFIR.
3- Abdur Rahman As-Sudais menghukum umat Islam yang menyambut Maulid Nabi sebagai TIDAK SAH IMAN.


Ketiga-tiga hukum di atas amat terlalu kerana menjatuhkan KEKAFIRAN kepada jutaan umat Islam termasuk presiden, Raja-raja, Menteri-menteri, umat Islam dan lebih teruk lagi menghukum KAFIR ke atas ulama-ulama Islam.
Kesemua penghukuman melampau itu dan lainnya bisa didengar sendiri dalam rakaman khutbah As-Sudais dihadapan puluhan ribu umat Islam di Masjid Haram Mekah (
http://audio.islamweb.net/audio/downloadmp3_.php?audioid=28232 )
Persoalannya..Mengapa As-Sudais terlalu melampau dalam menghukum amalan umat Islam yang mempunyai dalil? Tidakkah boleh As-Sudais bersangka baik ke atas amalan umat Islam? Apa yang As-Sudais sakit hati sangat dengan Maulid Nabi ini? Jika dia tidak mau merayakan ,tdk apa2lah tetapi janganlah ghuluw / melampau ketika menghukumi umat Islam sehingga mengkafirkan seluruh umat Islam.
Ada beberapa orang yang jahil ilmu agama sangat marah pada ulama dan para pendakwah Islam apabila mengkritik As-Sudais dengan kritikan ilmiah. Adakah orang jahil itu sangkakan/ingat As-Sudais itu nabi atau rasul yang ma'sum tidak boleh ditegur/dikritik secara ilmiah? Oklah...mungkin ada tokoh wahabi kata memang tidak patut mengkritik As-Sudais tu krn dia orang arab...emm..ok tapi...
Apa alasannyanya lagi bila Abdur Rahman As-Sudais Imam Mekah itu menghina,mengutuk dan melecehkan sahabat Nabi Muhammad? SIAPA AS-SUDAIS ITU HENDAK DIBANDINGKAN DENGAN PARA SAHABAT NABI ?! Apa hak As-Sudais yang Wahabi fanatik sangat seolah 'sembah' dia untuk mengkritik & hina sahabat Nabi pula?!
1- Abdur Rahman As-Sudais (Imam Mekah) menghina insan mulia sahabat Nabi Muhammad.
2- Abdur Rahman As-Sudais Imam Mekah itu melecehkan sahabat Nabi Muhammad itu di dalam khutbahnya dihadapan puluhan ribu umat Islam di Masjid Haram Mekah hari Jumaat 22/1/1431H.
3- Imam Mekah itu menuduh sahabat nabi Muhammad adalah PENGKHIANAT.

Menteri Dewan Diraja Saudi Arabia; Dr Syeikh Abdul Muhsin Al-'Abikan sendiri mengkritik Imam Mekah Abd Rahman Sudais ini kerana menghina sahabat Nabi Muhammad di hadapan khalayak ramai di masjid haram Mekah . iyalah..siapa tak marah bila yg disanjung umat wahabi ini menghina sahabat Nabi Muhammad. Antara sahabat Nabi Muhammad yang dihina oleh As-Sudais Imam Mekah itu adalah sahabat nabi pemegang amanah yang diberikan oleh Nabi Muhammad bernama Abdullah Bin Tha'lab Al-Lutbiyah..tidak tanggung tanggung,, sahabat Nabi!.
Persoalannya..mengapa kita Ahli Sunnah Wal Jamaah Al-Asya'irah ini mengundang seorang imam yang menghina Sahabat Nabi Muhammad? Mengapa kita sambut penghina sahabat nabi ini? Jika syiah menghina sahabat Nabi kita setuju utk tidak memberi ruang dakyah mereka disampaikan disini krn mereka Syiah yg melampau, bagaimana dengan wahabi yg hina sahabat Nabi?
renungkan...
Selasa, 29 Mei 2012
Mahir Ilmu Hadis Semata-mata Tidak Cukup Untuk Berfatwa!
Abdullah ibnu Mubarak : Fiqh Madzab adalah tafsir al-quran & Hadits
Kebangkitan Islam dapat dilihat dari pelbagai sudut terutamanya, dalam sudut penggurusan negara Islam). harta, penubuhan syarikat-syarikat Islam, pertubuhan-pertubuhan Islam, penerbitan buku-buku yang membincangkan tentang pengharaman sistem riba dan sebagainya, di kebanyakan tempat (terutamanya di negara-negara Islam).
Suatu khabar gembira yang lebih bernilai ialah, kebangkitan Islam dari sudut ilmiah, iaitu, perbincangan mengenai “Seruan untuk Kembali kepada Sunnah Rasulullah (sallallahu’alaihi wasallam)”. Begitu banyak sekali buku-buku yang diterbitkan mengenai Hadis-hadis Rasulullah (sallallahu’alaihi wasallam) yang terkenal mahupun yang tidak terkenal.
Kebanyakan daripada buku-buku mengenai Hadis-hadis Rasulullah (sallallahu’alaihi wasallam) tersebut, tidak disyarah dan jelaskan oleh ulama’-ulama’ ahli fiqh, secara terperinci mengenainya. Oleh yang demikian, hal ini menyebabkan sebahagian pembaca yang tidak mempunyai bekalan ilmu fiqh yang mantap, ataupun yang tidak belajar dari ulama’-ulama’ terlebih dahulu, akan terkeliru dan seterusnya. pemahamannya akan bercanggah dengan maksud sebenar Hadis-hadis yang dibacanya. Kemungkinan besar juga, si pembaca tersebut akan terdorong untuk mengamalkan seluruh Hadis-hadis yang dinilai sebagai Hadis-hadis Sahih oleh segolongan ahli Hadis (tanpa menilai adakah hadis-hadis itu digunakan atau tidak oleh ulama’-ulama’).
Kemungkinan juga, si pembaca yang cetek ilmu tersebut, akan berkata kepada dirinya: “kami beramal dengan hadis ini untuk satu ketika, dan satu ketika yang lain, ditinggalkan hadis ini (tidak beramal dengan Hadis tersebut)”. Si pembaca yang kurang ilmunya itu tidak bertanya terlebih dahulu kepada ulama’-ulama’ yang khusus dalam bidang syariah yang masih hidup, mahupun membaca ulasan-ulasan pada buku-buku karangan ulama’-ulama’ Muktabar yang telah tiada, mengenai Hadis-hadis yang dibacanya. seperti Fathul Bari karangan Imam Ibn Hajar Al-Asqalani, Syar Sahih Muslim oleh Imam An-Nawawi, dan sebagainya.
Dia juga tidak mempelajari tentang ilmu Al-Arjah (Hadis-hadis yang paling kuat untuk digunakan dalam berhujah pada masalah syariat), tidak mengetahui yang mana hadis yang diriwayatkan terlebih dahulu dan yang mana yang diriwayatkan kemudian, yang mana hadis yang khusus dan yang mana hadis yang diriwayatkan khas untuk keadaaan tertentu, yang mana ilmu-ilmu tersebut amat penting dalam memahami dan mengkaji maksud sesuatu hadis.
Kadang-kadang pembaca buku-buku Hadis, yang kurang ilmunya, apabila telah jelas sesuatu hadis, dia menyangka bahawa Rasulullah (sallallahu’alaihi wasallam) kadang-kadang terlupa apa yang pernah Baginda (sallallahu’alaihi wasallam) pernah sabdakan, kemudian menukar perkataan Baginda (sallallahu’alaihi wasallam) yang berlainan dengan kata-kata Baginda (sallallahu’alaihi wasallam) sebelum itu, walaupun pada hakikatnya, Baginda (sallallahu’alaihi wasallam) seorang yang Ma’shum (tidak berdosa dan melakukan kesalahan). Allah s.w.t. juga pernah berfirman: (( Kami akan bacakan (beri wahyu) kepadaMu (Hai Muhammad), maka janganlah Kamu melupainya )).
Maka, para penuntut ilmu yang ingin mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. melalui hadis-hadis Baginda s.a.w. yang diriwatkan oleh para ulama’ hadis dalam kitab-kitabnya, perlu juga merujuk kepada kitab-kitab fiqh yang dikarang oleh ulama’-ulama’ fiqh. Ini kerana, didalamnya terdapat adunan adunan daripada hadis-hadis Rasulullah s.a.w. dalam bentuk praktikal yang dikenali sebagai ilmu fiqh.
Seperti yang dapat dilihat dari kaca mata sejarah, sebahagian ulama’-ulama’ hadis yang agung di zaman salaf yang soleh juga, amat menghormati dan memuliakan ulama’-ulama’ Fiqh yang mahir dalam bidang Hadis juga, yang Allah pelihara mereka daripada bercanggah dengan Hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam). Bahkan, mereka turut mempelajari makna-makna hadis yang mereka riwayatkan daripada ulama-ulama fiqh yang muktabar.
Abdullah bin Mubarak (seorang ulama’ Hadis dari Khurasan) r.h.l. pernah berkata: “Jika Allah s.w.t. tidak membantu saya dengan perantaraan Abu Hanifah dan Sufian (dua ulama’ Fiqh), nescaya aku sama sahaja seperti orang awam (yang tidak memahami Hadis-hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam) “.[1]
Sufian bin ‘Uyainah r.h.l. pernah berkata: “Orang yang pertama membantu saya dalam memahami hadis dan menjadikan saya seorang ahli Hadis ialah Imam Abu Hanifah (seorang ulama’ fiqh)”[2]
Abdulla bin Wahab r.h.l. (seorang ahli hadis juga sahabat Imam Malik r.h.l.) juga pernah berkata: “saya telah berjumpa dengan tiga ratus enam puluh ulama’, (bagi saya) tanpa Imam Malik dan Imam Laith r.h.l (ulama’-ulama’ Fiqh), nescaya saya akan sesat dalam ilmu.”[3]
Beliau juga diriwayatkan pernah berkata: “Kami mengikuti empat orang ini dalam ilmu, duanya di Mesir dan dua orang lagi di Madinah. Imam Al-Laith bin Sa’ad dan Amr bin Al-Harith di Mesir, dan dua orang lagi di Madinah ialah Imam Malik dan Al-Majishun. Jika tidak kerana mereka, nescaya kami akan sesat.”
Imam Al-Kauthari r.h.l. berkata di dalam kitab Al-Intiqa’ karangan Ibn Abdil Bar, telah berkata Abdullah bin Wahab (dari sanad Ibn ‘Asakir): “Jika tiada Imam Malik bin Anas dan Imam Al-Laith Sa’ad, nescaya saya akan binasa. Dulu, saya menyangka setiap yang datang dari Rasulullah (sallallahu’alaihi wasallam) (As-Sunnah dan Al-Hadis), perlu diamalkan“.
Maksud kesesatan dalam perkataan beliau ialah: percanggahan dengan maksud Hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam). Kemudian, Imam Al-Kauthari mengulas: “Kesesatan yang dimaksudkan sepertimana berlaku pada kebanyakan manusia yang jauh dari ilmu Fiqh dan tidak dapat membezakan tentang hadis yang diamalkan dan selainnya. [4]
Al-Qodhi ‘Iyadh r.h.l. meriwayatkan, Ibn Wahab r.h.l. juga pernah berkata: “Andai Allah s.w.t. tidak menyelamatkan saya dari kesesatan melalui Imam Malik dan Al-Laith r.h.l., nescaya saya akan sesat.” Beliau ditanya: “Mengapa begitu?” Beliau menjawab: ” Saya telah menghafal banyak hadis-hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam), sehingga timbul pelbagai persoalan. Kemudian, saya pergi ke Imam Malik dan Al-Laith untuk bertanya mengenainya, maka mereka berkata kepada saya: “Hadis ini kamu amalkan dan ambil ia sebagai hujah, dan hadis yang ini pula kamu tinggalkan (tidak perlu menggunakannya).“[5]
Sufian bin ‘Uyainah pernah berkata: “Hadis itu menyesatkan kecuali kepada Al-Fuqoha’ (ulama’ ahli Fiqh). Kadangkala, suatu hadis itu tidak boleh dipegang secara zahir sahaja, malah ada ta’wilannya. Kadangkala, sesuatu Hadis itu pula ada maksud yang tersembunyi. Ada juga Hadis yang perlu ditinggalkan dengan sebab-sebab tertentu, yang mana, semua itu hanya diketahui oleh orang yang mahir dan berilmu luas khususnya dalam Fiqh (kefahaman).“[6]
Ibn Rusyd r.h.l. pernah ditanya tentang kata-kata: “Hadis itu menyesatkan kecuali bagi ahli Fiqh”. Beliau ditanya lagi: “Bukankah seorang ahli Fiqh itu juga perlu tahu mengenai Hadis terlebih dahulu.?!” Beliau menjawab: “Kata-kata itu bukanlah dari Rasulullah (sallallahu’alaihi wasallam), ia merupakan kata-kata Ibn ‘Uyainah r.h.l. dan ahli-ahli Fiqh yang lain. Maksud kata-kata itu tepat, kerana kadangkala, sesuatu hadis itu diriwayatkan dalam sesuatu keadaaan yang khusus, tetapi maknanya umum, begitu juga sebaliknya. Ada juga Hadis yang Nasikh dan Hadis yang Mansukh (tidak digunakan lagi). Kadangkala pula, ada hadis yang secara zahirnya seolah-olah menyerupakan Allah dengan makhluk (Tasybih). Ada juga hadis yang maksudnya hanya diketahui oleh para ahli Fiqh sahaja. Barangsiapa yang hanya mengumpul hadis tetapi tidak memahaminya tidak dapat membezakan antara hadis yang maksudnya umum atau khusus. Oleh kerana itu, ahli Fiqh (Faqih) itu bukanlah orang yang sekadar mengetahui tentang Hadis-hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam) sahaja, bahkan memahaminya secara mendalam. Jika seseorang itu tdak mampu memahami secara mendalam dalam masalah hadis mahupun Fiqh, maka dia bukanlah seorang ahli Fiqh (Faqih), walaupun dia mengumpul banyak Hadis-hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam). Inilah sebenarnya maksud kata-kata Sufian bin ‘Uyainah.[7]
Abdullah bin Mubarak r.h.l. pernah berkata mengenai fiqh Imam Abu Hanifah r.h.l.: “Jangan kamu katakan fiqh ini (mazhab Imam Abu Hanifah) merupakan pendapat beliau, tetapi katakanlah, ia (mazhab Abu Hanifah) merupakan tafsiran bagi hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam).[8]
Sebahagian orang, hanya membaca matan-matan hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam) sahaja, tanpa menghiraukan ulasan-ulasan ahli-ahli Fiqh yang bergiat secara khusus dalam mengkaji hadis-hadis tersebut, mengenai hadis-hadis tersebut.. Mereka berfatwa dan mengemukakan hadis-hadis yang diragui kesahihannya disisi Imam-imam terdahulu yang ‘Alim, dalam masalah hukum dan percakapan mereka.
Kadangkala, mereka menolak ulasan-ulasan ulama’-ulama’ yang ‘Alim, mengenai kedudukan hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam), dan bersangka buruk pula kepada ulama’-ulama’ tersebut. Ada dikalangan mereka pula, yang melemparkan tohmahan yang buruk keatas ulama’-ulama’ muktabar tersebut serta pengikut-pengikut mereka dan mengatakan bahawa mereka (ulama’-ulama’ terdahulu dan pengikut-pengikutnya) jahil tentang hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam). Amat buruklah tohmahan mereka itu!
Imam Ahmad bin Hanbal r.h.l. pernah bekata (seperti yang diriwayatkan oleh anaknya Soleh r.h.l.): “seseorang yang ingin memberi fatwa perlulah terlebih dahulu memahami keseluruhan Al-Qur’an, mengetahui sanad-sanad hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam) dan mengetahui Sunnah-sunnah.[9]
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal r.h.l. berkata, “saya pernah bertanya kepada ayah saya (Ahmad bin Hanbal r.h.l.), tentang seorang pemuda yang memiliki banyak kitab-kitab mengenai hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam) dan himpunan kata-kata paa sahabat r.a. dan para tabi’in r.h.l., tetapi tidak mengetahui tentang kedudukan sesuatu hadis tersebut samada sahih atau sebaliknya, adakah dia boleh beramal sesuka hatinya? Ataupun, adakah dia layak memilih hadis mana yang dia mahu gunakan, dan memberi fatwa atau beramal dengannya? Imam Ahmad bin Hanbal menjawab: “Tidak! Sehinggalah dia bertanya kepada ulama’ mengenai hadis mana yang boleh digunakan. Kemudian, barulah dia boleh beramal dengannya (hadis yang disahkan kesahihannya oleh ulama’ yang ditanya mengenainya).“[10]
Imam As-Syafi’e r.h.l. pernah menegaskan: “Seseorang tidak boleh memberi fatwa dalam agama Allah kecuali dia mengetahui keseluruhan Al-Qur’an dan ilmu-ilmunya seperti nasikh dan mansukh, ayat muhkam dan mutasyabih, ta’wil dan tanzil, ayat makkiyah atau madaniyyah. Dia juga perlu mengetahui tentang hadis-hadis Nabi (sallallahu’alaihi wasallam), serta ilmu-limunya (‘ulumul hadis) seperti nasikh dan mansukh, dan lain-lain. Setelah itu, dia juga pelu menguasai Bahasa Arab, Sya’ir-sya’ir Arab, dan sastea-sasteranya (kerana Al-Qur’an dan Hadis dalam Bahasa Arab dan mengandungi kesasteraannya. Setelah itu, dia juga pelu mengetahui perbezaan Bahasa Arab di kalagan setiap ahli masyarakat Arab. Jika dia sudah menguasai keseluruhan pekara-perkara tersebut, barulah dia layak memberi fatwa mengenai halal dan haram. Jika tidak, dia tidak layak untuk memberi fatwa.“[11]
Khalaf bin Umar r.h.l. telah berkata: “Saya mendengar Malik bin Anas (r.h.l.) berkata: “Saya tidak pernah duduk untuk memberi fatwa sehinggalah saya bertanya terlebih dahulu kepada orang yang lebih ‘alim dari saya tentang kelayakan saya untuk berfatwa. Saya pernah bertanya terlebih dahulu kepada Rabi’ah (r.h.l.) dan Yahya bin Sa’id, sedangkan mereka menyuruh saya untuk berfatwa. Maka, saya menegaskan: “Wahai Aba Adullah, adakah tidak mengapa untuk saya berfatwa sedangkan kamu ada di sini?” Beliau menjawab: “Saya tidak layak berfatwa. Tidak layak bagi seseorang itu, menganggap dirinya layak untuk sesuatu perkara, sehinggalah dia bertanya kepada seseorang yang lebih mengetahui darinya.“[12]
Maka, jelaslah berdasarkan kata-kata ulama’-ulama’ salaf yang dinukilkan oleh Sheikh Habib Al-Kairanawi r.h.l., telah menolak pendapat orang-orang mewajibkan setiap orang untuk berijtihad. Kemungkinan, mereka tersalah faham terhadap perkataan-perkataan sesetengah ulama’ dalam karangan-karangan mereka, padahal kefahaman yang salah itu, amat bercanggah dengan kefahaman jumhur ulama’. Kemudian, golongan tersebut memperjuangkan kefahaman yang salah ini, dan mengajak seluruh umat Islam mengikuti pendapat tersebut (walaupun pada hakikatnya amat bercanggah dengan kefahaman yang sebanar). Akhirnya, tejadilah kekacauan dan pertelingkahan dikalangan umat Islam, disebabkan oleh perjuangan terhadap fahaman yang salah ini (yang mewajibkan setiap orang berijtihad). Na’uzubillah min zalik.
Salah faham ini sebenarnya membawa kepada pepecahan dikalangan penuntut-penuntut ilmu dan akhirnya membawa kepada permusuhan dan saling jauh menjauhi antara satu sama lain. Hal ini akan menyebabkan terputusnya tali persaudaraan yang Allah s.w.t. menyuruh umat Islam menyambungkannya (tali persaudaraan Islam).
Kita perlulah mempelajari ilmu dari ahli ilmu yang muktabar dari sudut ilmunya, bukan sekadar membaca buku-buku imiah tanpa dibimbingi oleh seseorang guru yang alim. Ini kerana, barangsiapa yang tiada guru yang membimbingnya dalam mendalami samudera ilmu Islam dalam kitab-kitab, maka syaitanlah yang akan menjadi pembimbingnya. Bahkan, para ulama’ muktabar turut menyeru agar ilmu agama dipelajari oleh kaedah isnad, di mana kefahaman tentang agama Islam diambil dari para ulama’ yang jelas sanad ilmunya bersambung kepada Rasulullah s.a.w.
Nas-nas di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah bagaikan bahan mentah bagi Syariat Islam. Ia perlulah diadun dengan acuan-acuan ilmu-ilmu Islam yang lain seperti ilmu Asbabun Nuzul, Asbabul wurud, ilmu rijal, ulumul Qur’an, ulumul Hadis, usul Fiqh dan sebagainya. Sheikhuna As-Syarif, Al-Habib Yusuf Al-Hasani h.f.l. pernah menyebut bahawa “sesiapa yang tidak menguasai ilmu-ilmu tersebut, namun cuba mengamalkan hadis-hadis yang dibacanya tanpa bimbingan guru-guru yang alim, bagaikan mengambil daging mentah dari peti sejuk dan memakannya begitu sahaja. Bukankah ianya memudaratkan diri sendiri“
Jika kita dikalangan orang awam, bukan ahli ilmu, maka bertanyalah kepada orang yang ‘alim, dan janganlah beijtihad sendiri terhadap nash-nash. Allah telah berfirman:
(( فسئلوا أهل الذكر ان كنتم لا تعلمون))
Maksudnya: Bertanyalah kepada yang mengetahui jika kamu tidak mengetahui (akan sesuatu perkara).Wallahu’alam
Ziarah Kubur yang Benar
JAWAB :
Di antara tata cara ziarah kubur yang baik adalah sebagai berikut:
· Di saat ziarah hendaknya menghadap ke arah timur (di Indonesia) dan menghadap ke arah wajah orang yang di ziarahi.
· Ketika mendoakan orang yang diziarahi posisi hendaknya berbalik untuk menghadap ke arah qiblat.
· Menghindari berkumpulnya antara laki-laki dan perempuan.
Lihat: al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab, 5/287
Mereka Menghalalkan Darah Kaum Muslimin
Lihat dan baca baik-baik fatwa ulama Jamaah Takfiriyah di dalam kitab Tarikhul Mamlakah As-saudiyyah li Shalahuddin Al-mukhtar [Alwahabi] cetakan Beirut, juz dua, Halaman 344, fatwa ulama kalian mengatakan bahwa: “Barangsiapa yang bertawassul di pusara Nabi dan menjadikannya sebagai perantara menuju Allah s.w.t. maka dia adalah KAFIR dan dia harus bertaubat tiga kali dan jika tidak maka ganjaran yang pasti buat dia adalah di BUNUH”.
Mereka Menghalalkan Darah Kaum Muslimin
Dalam
makalah kecil dan sederhana ini saya akan menuliskan fakta dan data
data tentang pengkafiran semua Mazhab Islamiyah oleh wahhabiyah. Seperti
yang sudah maklum, salah satu ciri khas dari akidah besutan M Bin Abdul
Wahhab ini adalah mengkafirkan umat yang tidak seakidah dan seiman
dengannya. Mereka tanpa basa basi latah menghalalkan darah kaum
muslimin. Oleh karena itu jika muslimin tidak waspada dengan gerakan
yang mengatasnamakan penegak TAUHID ini maka ketentraman yang dibangun
oleh pemimpin Mazhab akan sia-sia. Dialog antar mazhab yang diusahakan
oleh pemerintah dan diamini mazhab Islam beberapa minggu lalu akan
menguap. Sebab Jamaah Takfiriyah ini tidak akan berpangku tangan begitu
saja. Mereka akan bergerilya menghasut masyarakat awam dengan
iming-iming metro dolar.
Jika kita telaah Majalah Al-Furqon, Edisi 09 Tahun V/Rabi’u Tsani 1427/Mei 2006M. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon disana dijelaskan secara gamblang dan jelas kelompok-kelompok yang di anggap penyebar TBC. Dimulai dari Syi’ah, Shufiyyah, Asy’ariyyah,
Maturidiyyah, Quthbiyyah Ikhwaniyyah, Quthbiyyah Sururiyyah,
Tablighiyyah, Hizbut Tahrir, dan sederet nama-nama lainnya yang dianggap
sesat dan menyesatkan ummat. Dan dari klaim klaim yang mereka dakwakan
mereka sedang merusak agama Muhammadi dan menyebarkan TBC di tengah
masyarakat. [Lihat Al-Furqon, Edisi 09 Tahun V/Rabi’u Tsani 1427/Mei 2006M. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon. Jawa Timur]
Disaat
umat Islam bergandengan tangan untuk merapatkan barisan untuk menumpas
musuh musuh Allah s.w.t, disaat para pemimpin mazhab Islamiyah
menegakkan dan mengalang persatuan islamiyah, Mazhab yang mengaku
sebagai penegak agama Allah dan penegak Tauhid ini justru menikam ummat
Islam dari dalam. Lah kok bisa ….. baca selanjutnya.
Ayyuhal wahabiyuun……. Lihat fatwa ulama kalian …!!! Didalam kitab ar-Raddu alal Ahnani li Ibni Taimiyyah cetakan Assalafiyah wa Maktabatuha, Halaman 24: dikatakan bahwa “Hanya orang bahlul dan bodoh dan KAFIRlah yang pergi untuk ziarah ke kubur Nabi s.a.w.”.
Lihat dan baca..!! dan cerna baik-baik fatwa ulama Jamaah Takfiriyah.. di dalam kitab Tarikhul Mamlakah As-saudiyyah li Shalahuddin Al-mukhtar [Alwahabi] cetakan Beirut, juz dua, Halaman 344, fatwa ulama kalian mengatakan bahwa: “Barangsiapa yang bertawassul di pusara Nabi dan menjadikannya sebagai perantara menuju Allah s.w.t. maka dia adalah KAFIR dan dia harus bertaubat tiga kali dan jika tidak maka ganjaran yang pasti buat dia adalah di BUNUH”.
Lihat juga di dalam novel yang dikarang oleh Abdul Aziz bin Baz, dalam Novelnya yang di berlabel Al-akidah As-shahihah wa Nawaqidhul Islam. Disana dikatakan bahwa: “Barangsiapa yang minta tolong kepada Nabi s.a.w dan meminta kepada Rasul syafaatnya maka ketahuilah mereka telah MURTAD [keluar dari Islam,red]”.
Lihat juga kitab yang di karang oleh si anak durhaka dari Najd di dalam kitabnya yang berlabel Kasfu As-syubuhat fit Tauhid li Muhammad bin Abdul Wahhab, cetakan Al-qahirah, halaman 6.
disana si anak durhaka dengan latah mengecap mereka yang berdalil dan
menetapkan bahwa syafaat adalah sebuah kebenaran atau mereka yang
berkeyakinan bahwa para auliya Allah s.w.t mempunyai maqam khusus
disisiNYA, di anggap sebagai MUSRIKIIN.
Bagi
yang ingin lebih jauh mengetahui seberapa ghulu dan kelewat batas dalam
mengkafirkan ummat Islam dan bahkan semua mazhab Islam saya sarankan
untuk merujuk kembali kitab “Kasfu As-subuhat” M bin Abdul Wahhab dan kitab risalahnya Ibnu Taimiyyah. Atau kitab Ad-dururu As-sanniyah oleh Abdurahman bin Muhammad bin Qasim Hanbali An-najdi. Tapi dalam makalah ini saya akan nukilkan sedikit dari kitab yang terakhir ini.
Dalam kitab Ad-dururu As-sanniyah, juz 10, Halaman 51 Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:”Sebelum
Allah s.w.t. memberikan kepada saya anugerah. saya tidak mengetahui
makna La ilaha ilallah dan tidak memahami agama Islam, sementara ketika
itu banyak di antara Syeikh-syeikh yang ada tidak ada yang mampu
memahami makna itu. Jadi jika ada salah satu dari ulama yang mengaku memahami makna itu atau mengaku telah mengetahui makna Islam sebelum
jaman saya atau mengira bahwa salah satu dari ulama [yang dicap TBC,
red] itu memahami makna itu sebelum jaman saya, berarti dia telah
berbohong dan telah menyamarkan makna ini serta dia telah memaknai
sesuatu yang tidak dia ketahui”. Dari perkataan ini apa yang kita
bisa ambil…?. Secara tidak sadar muassis Jamaah Takfiriyah Al-wahhabiyah
ini telah meragukan dan meganggap bodoh semua lapisan masyarakat serta
mengkafirkan semua ulama-ulama sebelumnya. Dan hanya dia saja yang
bertauhid kepada Allah s.w.t. sebab mereka semua itu masih menyebarkan
TBC.
Masih
dalam kitab yang sama juz 10, Halaman 31, sepucuk surat ditulis oleh M
bin Abdul Wahhab ditujukan kepada Syeikh Sulaiman bin Sakhim [Syeikh ini
adalah pengikut Mazhab Hanbali dan salah satu muqallidnya Ibnu
Taimiyah] dan mengatakan:”Saya ingatkan engkau, kamu dan ayahmu sudah
jelas jelas dalam kekafiran, musrik dan nifaq! Engkau dan ayahmu setiap
hari hanya berusaha untuk memusuhi agama islam, walaupun engkau
mempunyai ilmu tetapi engaku malah tersesat dan engkau telah memilih
kekafiran dari pada memilih Islam.
Mudah
mudahan kita di beri waktu oleh Allah s.w.t dan sambil mengharap
syafaat Kanjeng Nabi s.a.w untuk mengulas dan mengupas lebih detail lagi
isi dari kitab “Kasfu As-subuhat” serta membandingkannya dengan kutub Arbaah. InsyaAllah Taala.
Jayyid….
Saya bertanya kepada anda wahai Wahabiyyun….. masihkah berani mengelak dan mengatakan
bahwa mazhab yang anda tuhankan itu bukanlah mazhab Takfiriyah..???
Apakah kalian masih belum sadar bahwa menghukum kaum muslimin dengan
klaim dan dakwaan:”Karena Rasullullah tidak melakukan perbuatan itu maka pelakunya adalah BID’AH”
hakekatnya adalah menghinakan sesama Muslim..?? maka, apakah ketika
Kanjeng Nabi s.a.w tidak mempunyai kesempatan untuk mencium tangan suci
abahnya dan ketika kita mencium kedua tangan orang tua kita, kita
menjadi dholalah..?? dan layak masuk neraka..??. Benarkah demikian.
Wahabiyun memang senang berkelakar dengan menukil ayat suci Al-quran bahwa tidak akan
ada lagi hukum-hukum dalam Islam karena Allah s.w.t. telah
menyempurnakan agamaNYA sebagaimana tertulis dalam firman Allah s.w.t dalam Al-quran, ayat 3 surat al-Maidah: “Pada
hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Jika
demikian adanya… maka pertanyaanya adalah tidakkah pernyataan kalian
ini justru memperkuat dakwaan bahwa Islam tidak bisa sejalan dengan
perkembangan zaman. Bahwa Islam tidak mampu menjawab hukum hukum dari
sebuah peristiwa yang bermunculan seiring dengan
perkembangan zaman dan tidak ada pada zaman rasul. Dan ingat hukum hukum
itu tidak bisa kita jawab dengan klaim sambil mengatakan “yang itu
HARAM” atau “yang itu HALAL” atau “ yang ini BID’AH” atau yang ini
Sunnah” hanya lantaran anda berdalih dengan slogan:”Karena Rasullullah tidak melakukan perbuatan itu maka pelakunya adalah BID’AH”.
Ini sebuah kejumutan dan ketahuilah andalah sijumut itu. Ketahulilah
andalah yang membelenggu nalar anda dan memperkosa kemanusiaan anda. Dan
anda pulalah yang tidak memanusiakan manusia.
Anehnya
lagi mereka menolak bentuk dan jenis gambar yang bernyawa. Sementara
gambar para penguasa dholim bani Sauud tertera di lembaran lembaran
riyal dan masuk ke kantong kantong celana dan menikmatinya setiap saat.
Apakah ini bukan sebuah pagelaran bid’ah yang paling nyata…???.!!!!!. Allahu A’lam
Melacak Wahabi Salafy/i: Mendulang Fakta
Dan
bukti nyata dari adu domba ini adalah memunculkan perang sektarian
antar mazhab Sunni dan Syi’I, dan ini di iklankan di semua media-media
massa dan diamini oleh Wahabi. Padahal fakta yang terjadi adalah
sebaliknya dimana Wahabi memotong leher warga Sunni dan menggorok
tenggorokan warga Syi’i. Dan ini adalah sebuah sekenario besar dan
panjang dari zionis, USA dan Inggris. Al-Qaeda yang wahabi dan Ba’ats
yang sosialis dukungan Saudi adalah anak emas dari usa, zionist serta
inggris. Ba’ats adalah tangan panjangnya gerakan zionisme internasional
dan Al-qaeda adalah kelanjutan Muhammad Wahhab si anak durhaka dari
dusun Najd yang memoles islam menjadi angker dan tidak bersahabat.
MELACAK WAHABI SALAFY/I: SEBUAH DONGENG
Pengikut
ajaran zionist Muhammad bin Abdul Wahhab besutan penjajah Inggris ini
tidak senang dan alergi jika meraka di sebut sebagai pengikut WAHABI. Mereka
lebih PEDE jika disebut dengan pengikut ajaran Salafy/I padahal Wahabi
di comot dari pencipta akidah takfiriyah Muhammad bin Abdul Wahhab.
Wahabi dikenal sebagai gerakan sebuah mazhab yang mengganggap kebenaran
mereka adalah kebenaran mutlak, MAHA dan ABSOLUT. Karena itu mereka
antipati dan menampik kebenaran lain dan ketika mereka memutar tasbih,
dzikir dan sholawat mereka adalah bid’ah, syirik, khurafat, tahayul dan
KAFIR. Sebenarnya aliran WAHABIYAH inilah sesunguhnya yang memunculkan
benih-benih terorisme international yang puncaknya adalah munculnya
negara Taliban dan Al-Qaeda yang wahabi [Freedom House, 2005, halaman 13]
dan sekarang ini mulai menampakkan secara terang-terangan taring-taring
yang tajam dan berdarah di ranah tanah air Indonesia dan memamah warga
Ahlu Sunnah wal Jammaah dengan dzikir dan sholawat bid’ah, syirik dan
khurafat. Naudzu billah min dzalik ….
Sialnya
lagi adalah bahwa klaim mereka sebagai satu-satunya mazhab yang berhak
menegakkan dan memurnikan ajaran Muhammadi satu sisi klaim besar dan
naif ini tidak diimbangi dengan toleransi, teleposiro, dan totokromo dan
berusaha memoksakan tradisi lokal kaum muslimin dalam hal ini adalah
Nahdliyin dengan kebohongan dan omong kosong belaka wahabi dengan
gampang mengucap “KAFIR” [Lihat Kitab Ad-duru As-sanniyah, juz: 10. Halaman 12, 64, 75, 77, 86,] bahkan
darahnya kaum muslimin yang tidak seakidah dengannya halal untuk
ditumpahkan. Mereka memaknai agama sebegitu dangkal dan picik. Mereka
dengan gampang mematikan peran nalar akal dalam mencerna ayat dan
hadist. Lihat kitab Syarhu As-sunnah naql an As-salafiyah Al-wahabiyyah, As-seggaf, hal 54. Lihat kitab Syarhu As-sunnah, hal, 92.
Petualangan
Muhammad bin Abdul Wahab dalam menerapkan akidah kafir dan mengkafirkan
tidak hanya terhenti kepada kaum muslimin yang tidak semazhab saja,
akan tetapi terhadap Ulama-ulama yang dalam Islam mempunyai peranan yang
signifikan pun di tikam pedang beracun KAFIR, musrik, dan bidah. Siapa
yang tidak kenal dengan nama-nama agung islam semisal sang filsuf dan
sufi Ibnu Arabi? Yang oleh Muhammad bin Abdul Wahhab Ad-dajjal di
anggapnya sebagai Firaun, [Lihat Kitab Ad-duru As-sanniyah, juz: 10. Halaman 25, lalu
siapa yang berani dan lancang menggingkari ke tauhidan dan keimanan
Fakhr Ar-razi sohib At-tafsir Al-kabir jika tidak anak durhaka bernama
Muhammad Wahhab yang mendakwa sohib At-tafsir Al-kabir ini sebagai
penyembah bintang. [Lihat Kitab Ad-duru As-sanniyah, juz: 10. Halaman 355. Kurang apa mereka ini dalam menegakkan islam. Ayyuhal Wahhabiyun……. Ayyuhal Salafiyun Gadungan…???.
Masih
dalam kitab yang sama juz 2, Halaman 59 sebuah surat pengkafiran di
kirim oleh Muhammad Wahhab Al-yahudi untuk sang Faqih Ibnu Isa dengan
berdalil ayat Al-quran yang berbunyi: “Ittakhaduu ahbarahum wa ruhbanahum arbaban min dunillah”. Dikatakan bahwa: “Rasulullah
saw telah menafsirkan ayat ini dan para imam setelah rasul dengan yang
engkau [Ibnu Isa. Red] namakan Al-faqih, inilah yang Allah swt
menyebutnya sebagai syirik”.
Meniti jejak dongeng Pengkafiran
Akidah
Muhammad bin Abdul Wahhab diakui atau tidak merupakan bentukan dari
akidah Ahmad bin Hanbal. Tetapi karena hati dan pikirannya di pupuk
dengan model pemikiran Ibnu Taimiyyah laknatullah alaihi, dia mulai
berani membelokkan ajaran Ahmad bin Hanbal. Muhammad Wahhab dengan
akidah pengkafirannya mulai mengiklankan gerakannya yang dirintis dari
desa kelahirannya, di Najd. Memang pada awal periode ini gerakan
wahabbiyah tidak mendapat hati di masyarakat sebab akidah Wahabi yang
kaku, dekil dan tidak toleran ini pada awalnya tergusur dengan akidah
Asy’ariyyah yang ahlu sunnah wal jammaah. Sementara pada periode Ibnu
Taimiyyah mazhab ini pun kehilangan moment dan lahan yang cukup untuk
berlomba menjuarakan dakwahnya. Dan jika kita tilik sebab mandegnya
dakwah Ibnu taimiyyah ini adalah, dia terlalu bego yang hanya
menyebarkan ajarannya terbatas pada kalangan orang-orang yang berilmu,
mereka adalah para ulama para fukaha Asy’ariyyah. Jelas saja hal ini
mendapat respon balik arah dari ulama dan fukaha Asy’ariyyah. Sementara
penguasa pada saat itu juga membantu para ulama di dalam memerangi
ajaran dekil Ibnu Taimiyyah. Dan bisa di bilang pada periode Ibnu
Taimiyyah ini kebejatan, kerusakan, penyimpangan plus pengkafiran Mazhab
hanya tersimpan rapi di dalam kitab-kitab dia dan orang-orang yang yang
hasut, iri, dengki plus dekil saja.
Sebaliknya
sang murid Muhamad bin Abdul Wahhab, pada periode ini, dengan
memanfaatkan situasi dan kondisi yang mendukung mulai bergerilya
menancapkan cakar, taring dan pemikiran-pemikirannya yang beracun ke
tengah masyarakat. Karena memang kondisi masyarakat Najd pada waktu
adalah masyarakat badui, miskin dan tingkat pendidikannya bisa dibilang
nol besar, maka Muhammad Wahhab yang pada akhirnya menelurkan mazhab
Wahabiyyah ini dengan mudah bisa menyihir hati masyarakat. Di samping
itu, penguasa Ali Sa’ud (keluarga Sa’ud) membantu mensuplay dana
besar-besaran atas penyebaran dakwahnya dengan pedang dan menumpahkan
darah rakyat. Dengan hunusan pedang dan fulus inilah mereka bisa membeli
akidah dan memaksa ummat manusia untuk berpegang teguh kepada ajaran
Wahabi, karena masyarakat faham jika menolaknya maka mereka akan di cap
dan di beri label kufur dan syirik, tentu dengan hunusan pedang. Selain
cap dan logo tersebut diatas, Wahhabiyah dengan bantuan keluarga Sa’ud
memperlebar kekuasaannya yang meliputi Yaman, Hijaz, Syiria dan Iraq
dengan menghunus pedang dan meyembelih siapa saja yang tidak
mengakuinya. [Lihat Tarikh Mamlakah al-`Arabiyyah al-Sa`udiyyah, Vol. I, Halaan 51].
Dari
sinilah ajaran wahhabi ini melakukan tindakan pembenaran dan klaim atas
tindakannya itu melalui sejumlah keyakinan rusak dan bobrok, dengan
logo murahan “At-tauhid As-sohih”. Dari sini pula
sekenario sandiwara besar dari sebuah cerita kolosal panjang yang di
arsiteki oleh Kolonial Inggris yang telah dirajut tercium yakni Adu domba dan kuasai. Pemerintah
Inggris tahu benar kelemahan kaum muslimin pada waktu itu. Dari mazhab
Asy’ariyyah yang Ahlu Sunnah wal Jammaah di adu domba dengan mazhab
Takfiriyah sebutan untuk WAHHABIYAH dan AHMADIYYAH bikinan Inggris
sementara dari Mazhab Syiah Inggris membesut BAHAI dan tidak berhenti
disitu saja mazhab Asy’ariyyah yang Ahlu Sunnah wal Jammaah berusaha di
adu domba dengan Syiah.
Dan
bukti nyata dari adu domba ini adalah memunculkan perang sektarian
antar mazhab Sunni dan Syi’I, dan ini di iklankan di semua media-media
massa dan diamini oleh Wahabi. Padahal fakta yang terjadi adalah
sebaliknya dimana Wahabi memotong leher warga Sunni dan menggorok
tenggorokan warga Syi’i. Dan ini adalah sebuah sekenario besar dan
panjang dari zionis, USA dan Inggris. Al-Qaeda yang wahabi dan Ba’ats
yang sosialis dukungan Saudi adalah anak emas dari usa, zionist serta
inggris. Ba’ats adalah tangan panjangnya gerakan zionisme internasional
dan Al-qaeda adalah kelanjutan Muhammad Wahhab si anak durhaka dari
dusun Najd yang memoles islam menjadi angker dan tidak bersahabat.
Ahlu Sunnah wal Jammaah Berontak
Ibarat
penyakit kanker, bagi siapa saja yang terkena penyakit ini maka untuk
menyembuhkannya adalah dengan memotong semua jaringan tubuh yang
terinfeksi oleh penyakit ini. Jika masih tersisa sedikit saja maka
penyakit itu akan terus merambah ke tempat yang lain. Mazhab Wahabi atau
yang mendaku Salafy/I ini adalah kanker Islam. Maka untuk menyembuhkan
dari tubuh Islam tidak ada cara kecuali memotong dan mengikis habis
sampai ke akar-akarnya.
Jayyid, kita ke lubbul matlab,
diatas tadi adalah sekedar iklan kecik saja, sekedar iseng supaya kita
masih bisa mengembangkan senyum meskipun kita dalam pesakitan. Sebab ada
pepatah arab bilang: “ likulli da’in dawak” “setiap penyakit pasti ada obatnya” any
way Islam saat ini dalam pesakitan, Islam saat ini dalam jeratan kanker
Jammaah Takfiriyah yang mendaku Salafy/I dan Ahlu Sunnah wal Jammaah.
Oleh karena itu apakah benar dakwaan Jammah Takfiriyah ini sebagai
penegak akidah Ahlu Sunnah wal Jammaah.??. lebih edan lagi mendaku
Salafy/I …?.
Lihat
apa yang dikatakan adik Muhhamad Abdul Wahab ini kepada kakaknya.
Sulaiman bin Abdul Wahhab adalah tokoh murni Ahlu Sunnah wal Jammaah
beliau dalam kitabnya yang berjudul [Ash-shawa’iq Al-ilahiyyah fi Ar-radd ‘ala Al-wahabiyyah], kepada Muhammad Abdul Wahhab beliau bertutur: “Sejak
jaman sebelum Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu pada jaman para imam Islam,
belum pernah ada yang meriwayatkan bahwa seorang imam kaum Muslimin
mengkafirkan sesama, mengatakan kepada mereka murtad dan memerintahkan
untuk memerangi mereka. Belum pernah ada seorang pun dari para imam kaum
Muslimin yang menamakan negeri kaum Muslimin sebagai negeri syirik dan
negeri perang, sebagaimana yang Anda [Muhammad Abdul Wahab. Red] katakan
sekarang. Bahkan lebih jauh lagi, Anda mengkafirkan orang yang tidak
mengkafirkan perbuatan-perbuatan ini, meskipun dia tidak melakukannya.
Kurang lebih telah berjalan delapan ratus tahun atas para imam kaum
Muslimin, namun demikian tidak ada seorang pun dari para ulama kaum
Muslimin yang meriwayatkan bahwa mereka [para imam kaum Muslimin]
mengkafirkan orang Muslim. Demi Allah, keharusan dari perkataan Anda ini
ialah Anda mengatakan bahwa seluruh umat setelah jaman Ahmad -semoga
rahmat Allah tercurah atasnya- baik para ulamanya, para penguasanya dan
masyarakatnya, semua mereka itu kafir dan murtad. Inna lillahi wa inna
ilaihi raji’un.” [lihat perkataan Muhammad Wahhab dalam novel Risalah Arba’ah Qawa’id, Muhammad bin Abdul Wahhab, hal 4].
Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab juga berkata di dalam halaman 4 dalam kitabnya: “Hari
ini umat mendapatkan musibah dengan orang yang menisbahkan dirinya
kepada Al-qur’an dan As-sunnah, menggali ilmu dari keduanya, namun tidak
mempedulikan orang yang menentangnya. Jika dia diminta untuk
memperlihatkan perkataannya kepada ahli ilmu, dia tidak akan
melakukannya. Bahkan, dia mengharuskan manusia untuk menerima perkataan
dan pemahamannya. Barangsiapa yang menentangnya, maka dalam pandangannya
orang itu seorang yang kafir. Demi Allah, pada dirinya tidak ada satu
pun sifat seorang ahli ijtihad. Namun demikian, begitu mudahnya
perkataannya menipu orang-orang yang bodoh. Inna lillahi wa inna ilaihi
raji’un. Ya Allah, berilah petunjuk orang yang sesat ini, dan
kembalikanlah dia kepada kebenaran.”
Mari kita simak lagi peranan sang bapak untuk meluruskan kembali pemikiran rusak si anak durhaka Muhammad Abdul Wahhab. Dikatakan bahwa Mufti Makkah, Zaini Dahlan mengatakan:”Abd
Al-wahhab sang alim, bapak Muhammad bin abdul wahab adalah seorang yang
salih, qadhi dan merupakan seorang tokoh ahli ilmu, begitulah juga
dengan Al-syaikh Sulayman. Al-syaikh bin Abd Al-wahhab dan al-Syaikh
Sulayman, kedua-duanya sejak awal ketika Muhammad mengikuti
pengajarannya di Madinah al-Munawwarah telah mengetahui pendapat dan
pemikiran Muhammad yang meragukan. Keduanya telah mengkritik, menasehati
dan mencela pendapatnya dan mereka berdua pulalah yang memperingatkan
kepada masyarakat mengenai bahaya pemikiran Muhammad ini “ [Zaini
Dahlan, al-Futuhat al-Islamiyah, Vol. 2, h.357.]
Disana dijelaskan lagi bahwa Zaini Dahlan mengatakan:”
Bapaknya [Abd al-Wahhab], saudaranya Sulayman dan guru-gurunya sejak
dini telah mengenali tanda-tanda penyelewengan agama (ilhad) dalam
dirinya melihat dari perkataan, perbuatan dan tentangan Muhammad bin abd
wahab terhadap banyak persoalan agama”.[Zaini Dahlan, al-Futuhat
al-Islamiyah, Vol. 2, h.357.]
wahabi salafy adalah gerakan politik
Tulisan ini saya ambil dari situs kesayangan saya. lebih lengkapnya klik ini deh . Hanya saja judul aslinya saya rubah.
Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk
ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang
lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat
tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan
buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat
Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari
Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam,
khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan
Yordan.
Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam
Untold Story / the X files
Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46Untold Story / the X files
FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.
Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.
Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya’ir kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:
Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?
Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.
Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun.
Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.
Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.
Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.
Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.
Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?
Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.
Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.
Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.
Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini.
Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.
Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.
Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.
Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?
Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.
Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan.
Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.
2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.
3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.
4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.
6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.
7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.
8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”
9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad
Langganan:
Postingan (Atom)









